PROSESI PRA PERNIKAHAN DALAM ADAT MANDAILING PERSFEKTIF HUKUM ISLAM

Studi Kasus Kabupaten Padang Lawas

Penulis

  • Husnul hayana Daulay

Abstrak

Prosesi pra pernikahan dalam adat Mandailing merupakan tradisi yang sampai sekarang dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terharap prosesi pra pernikahat  adat yang dilakukan, Bagaimana implementasi prosesi pra pernikahan di Desa Hutaraja Lama, Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan dua teori untuk menganalisis permasalahan ini, yaitu menggunakan teori dalam hukum Islam yaitu ‘urf. Metode penelitian kualitatif yang terfokus kepada penelitian lapangan (field research) bersifat deskritif analitis berdasarkan data-data yang diperoleh dari lapangan. Persepsi masyarakat terhadap Proses pra pernikahan merupakan rasa syukur kepada Allah STW telah memberikan kelancaran dan kemudahan, Implementasi Prosesi pra pernikahan di Desa Hutaraja Lama melalui beberapa tahap yaitu mulai dari mangaririt boru, padamos hata, patobang hata, dan manulak sere. Prosesi pasca pernikahan seperti, marulahari, mangupa-upa dan lain sebagainya, semua ini tidak terlepas dari adat yang masih melekat dalam adat Mandailing. Semua praktik adat Mandailing tidak terlepas dari peranan dalihan na tolu utamanya dalam hal perkawinan. urf yang termasuk dalam Prosesi Pernikahan dalam adat Mandailing adalah ‘urf fasid yaitu aturan yang berlaku dan diakui oleh masyarakat namun bertentangan dengan hukum Islam.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

12-11-2022

Cara Mengutip

hayana, H. (2022). PROSESI PRA PERNIKAHAN DALAM ADAT MANDAILING PERSFEKTIF HUKUM ISLAM: Studi Kasus Kabupaten Padang Lawas. ASA, 4(1). Diambil dari https://ejournal.stisabuzairi.ac.id/index.php/asa/article/view/39

Terbitan

Bagian

Artikel