ANALISIS EFISIENSI PERDAGANGAN LOMBOK DI DESA LOMBOK

Penulis

  • Haerullah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

DOI:

https://doi.org/10.58293/esa.v1i1.12

Kata Kunci:

Lombok, Struktur Pasar, Rata-Rata Pendapatan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: (a) pola administrasi institusi dan bisnis/pemasaran Lombok dalam rangka meningkatkan pendapatan, dan (b) struktur pasar lombok karena nilai pasar berkurang. Berdasarkan analisis diperoleh hasil sebagai berikut: (a) Biaya hanya 45,33 persen dari petani, di mana keuntungan petani sebesar 31,18 persen dari harga FOB. Mengurangi lombok mengakuisisi petani karena ketidakstabilan nilai pasar, serta pengaruh perubahan iklim global menyebabkan penurunan kualitas lombok, (b) memperoleh margin keuntungan terbesar profit margin 34,69 persen eksportir dengan dari harga FOB dan pedagang mendapatkan manfaat Rasio biaya terbesar, yaitu sebesar 10,54, dan (c) Lombok sebagian besar masih melalui pengepul kemudian di jual ke pasar, sehingga dengan penurunan ketersediaan lombok menyebabkan harganya meningkat. Harga lombok secara nominal rata-rata meningkat hampir 100 persen. Pada tahun 2017 rata-rata per kg Rp.9000, sampai dengan Rp.20.000, pada tahun 2018. Rata-rata produktivitas petani pendapatan pada tahun 2017 sebesar Rp.11.070.000, - dan pada tahun 2018 pendapatan petani sebesar Rp.18.810.000, - Untuk mengembangkan usaha tani lombok dan melihat peran besar terhadap perekonomian lombok Kabupaten Bondowoso, perlu untuk meningkatkan produktivitas lombok dengan pinjaman, untuk mengelola pertanian yang lebih intensif dan kebutuhan untuk konseling, terutama dalam meningkatkan produktivitas lombok.

Referensi

a, Teori Agency (Agency Theory), Bahan Kuliah Ekonomi Kelembagaan PPS-IPB, Bogor. Jurnal Ekonomika, Vol. 4 No. 1 Juni 2011: 1–6

, Beberapa Konsepsi Alokasi Sumber Daya Alam untuk Penentuan Kebijaksanaan Ekonomi ke arah Pembangunan yang Berkelanjutan, Bahan Kuliah Ekonomi Sumber Daya Alam PPS-IPB, Bogor.

, Kajian Analisis Penawaran (Supply) dan Permintaan (Demand) Kayu di Wilayah DKI Jaya dan Jawa Barat, Kerja sama antara: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan dengan PPS-IPB, Bogor.

Anwar, A., 1996a, Kajian Kelembagaan untuk Menunjang Pengembangan Agribisnis, Makalah, Disampaikan sebagai bahan untuk kerja sama dengan biro Perencanaan Departemen Pertanian, Jakarta (tidak diplubikasikan).

Azzaino, Z., 1981, Pengantar Tata Niaga Pertanian, Departemen Ilmu-ilmu Sosial Fakultas Pertanian IPB, Bogor.

Bardhan, P., 1989, The Economic Theory of Agrarian Institutions, Clarendon Press, Oxford.

Geo, L., 1988, Analisis Dampak Ekonomi Perkebunan Kakao dalam Pembangunan Wilayah Kabupaten Kolaka Propinsi Sulawesi Tenggara, Tesis Program Pascasarjana IPB, Bogor.

North, DC., 1991, Institutions, Institutional Change and Economic Performance, Cambridge University Press, Cambridge.

Pakpahan, A., 1989, Kerangka Analitik untuk Penelitian Rekayasa Sosial; Perspektif Ekonomi Institusi, dalam Prosiding Patanas: Evolusi Kelembagaan Pedesaan di Tengah Perkembangan Teknologi Pertanian, Pusat Penelitian Agroekonomi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.

Saefudin, AM., 1981, Metode Analisis Pemasaran Komoditi, Majalah Pertanian 1981/1982, Volume 3, Jakarta. 11. Timmer, PC., 1987, Corn Marketing, in Timmer, 1987, The Corn Economy of Indonesia, Cornell University Press, London.

Unduhan

Diterbitkan

01-02-2019

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

ANALISIS EFISIENSI PERDAGANGAN LOMBOK DI DESA LOMBOK. (2019). ESA, 1(1), 20-33. https://doi.org/10.58293/esa.v1i1.12

Artikel Serupa

1-10 dari 13

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama