HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DALAM AL-QUR’AN
DOI:
https://doi.org/10.58293/asa.v3i1.47Kata Kunci:
Hak, Kewajiban, Suami-Istri, Al-Qur'anAbstrak
Deskriminasi terhadap perempuan mulai awal melenium pertama sampai memasuki era society 5.0 saat ini masih selalu terjadi, khususnya terhadap seorang Istri dalam rumah tangga. Ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW pada abad ke-7 telah membawa dampak yang besar bagi kaum hawa atas terangkatnya derajat dan martabat mereka, dimana sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab Jahiliyah memperlakukan wanita seperti hewan. Pada abad 20, tepatnya pasca perang dunia ke-2, perhatian dunia internasional mulai tertuju pada tindak diskriminasi terhadap perempuan yang dinilai sudah tidak berperikemanusiaan. Islampun memberikan perhatian yang sangat besar terhadap keberlangsungan kehidupan perempuan, dengan disyari’atkannya pernikahan antara laki – laki dan perempuan. Agar nantinya perempuan bisa dilindungi dan dijaga sehingga nantinya terciptalah kehidupan yang harmonis.
Salah satu cara membangun dan menjaga kehidupan seperti yang dimaksud pada peragraf pertama adalah menunaikan hak dan kewajiban antar setiap anggota dalam rumah tangga. Keharmonisan rumah tangga mustahil bisa tercapai tanpa adanya kesadaran dan kepedulian dalam melaksanakan kewajiban untuk mewujudkan hak pasangannya. Bila terjadi ketimpangan di mana hak lebih ditekankan atau lebih luas dari kewajiban, atau sebaliknya, niscaya akan tercipta ketidakadilan.
Jenis penelitian ini adalah kepustakaan Library Research yang membutuhkan data – data kualitatif dan diolah secara deskriptif – analitis dengan metode content analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban suami sekaligus hak istri menurut al-Qur’an adalah pertama, memberikan nafkah, nafkah memang harus disesuaikan dengan standar yang berlaku di suatu masyarakat, tidak minim dan tidak berlebihan sesuai dengan kemampuan suami dan hendaknya nafkah diberikan sesuai dengan kebutuhan. Kedua, Tempat tinggal atau rumah yang layak bagi hak Istri, yang menjadi tanggung jawab suami. Ketiga, seorang suami wajib untuk memperlakukan dan bergaul dengan Istri dengan cara yang baik. Keempat, suami wajib memberikan mahar kepada istrinya dengan sukarela disertai dengan cinta dan kasih sayang tanpa mengharapkan imbalan.
Unduhan
Referensi
Abu Zahrah, Muhammad. 1957. al-Ahwal al-Syakhshiyyah. t.t, Dar al- Fikr al-‘Arabi.
Ahmad, Azhar Basyir. 1999. Hukum Perkawinan Islam, Yogyakarta; UII Press.
Al-Alusi al-Baghdadi, tt. Tafsir al-Alusi. Beirut: Dar al-Ihya’ al- Turats al-‘Arabi.
Al-Asqolani, Ibnu Hajar. 2013. Terj. Bulughul Maram. Jogjakarta: Hikam Pustaka.
Alauddin Abu Bakr Mas‟ud, al-Kasan al-Hanafi, t.t. Kitab Badai’ al- ‘anai’ Tartib al-Syarai. Beirut: Dar al- Kutub al-„Ilmiyyah.
Al-Baghawi. Tafsir al-Baghawi. Digital Library Tafsir al- Quran wa 'Ulumuhu.
Al-din al-Alusi, 1985. Abu al-Fadl Syihab. Ruh al-Ma’ani. Beirut: Ihyâ al-Turats al-‘Arabi.
Ali al-Sayyis, Muhammad. 1984. Tafsir Ayat al-Ahkam, Terjemahan. Bandung: PT. Al-Ma’arif.
Al-Jaziri, Abdurrahman. 1969. kitab al-Fiqh ala Madzhabi al-Arba’ah. Beirut: Dar al-Kutub al- Ilmiyah.
al-Mahalli, Jalaluddin dan Jalaluddin al-Suyuthi, Tafsir al-Jalalain (Digital Library Tafsir al-Quran wa 'ulumuh).
Al-Qurthubi, Abu Abdullah. tt. Tafsir al-Qurthubi. Beirut: Dar al- kutub al-„ilmiyyah.
Al-Qurtubi, Abi ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Ansari. tt. al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an. Beyrut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah,
Al-Sha’rawi, Mutawalli. 1999. Tafsir al-Sha’rawi. al-Qahirah: Akhbar al-Yawm.
Al-Uwayyid, Rasyid. 2002. Min Ajli Tahrir Haqiqi li al-Mar’ah, terj. Ghazali Mukri, Pembebasan Perempuan. Yogyakarta: „Izzah Pustaka.
Al-Zuhayli, Wahbah. 1989. al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh. Damaskus: Dar al-Fikr.
As’ad, Aliy. t.t. Terjemahan Fat-Hul Mu’in. Menara Kudus.
Dahlan, Abdul Azis. 2000. Ensiklopedi Hukum Islam. Ichtiar Baru van Hoeve.
Diknas, 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka,
Ibn Jarir al-Tabari, Abu Ja„far Muhammad. 2005. Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil Ayi al-Qur’an. Beirut: Dar al-Fikr.
Ikrom, Mohamad. Juli 2015. Hak Dan Kewajiban Suami Istri Perspektif Al- Qur’an, Jurnal Qolamuna, Vol 1 Nomor 1.
Manzhur, Ibnu. 1990. Lisan al- Arab. Bairut: Dar-Elfikr.
Mas’ud, Ibnu dan Zainal Abidin, 2007. Fiqih Madzhab Syafi’i. Bandung: Pustaka Setia.
Mu’ammal Hamidy, Muhammad, dkk. 2001. Terjemahan Nailul Authar Himpunan Hadis-Hadis Hukum. Surabaya: Bina Ilmu.
Muhammad Makhluf, Hasanain. 1993. Kalimat Al Quran Tafsirun wa Bayan. Beirut, Al maktab Al Islami,
Nasution, Khairuddin. 2004. Islam Tentang Relasi Suami dan Istri (Hukum Perkawinan I). Yogyakarta: Academia.
Qardawi, Yusuf. 1999. Fatwa-Fatwa Kontemporer. Jakarta: Gema Insani Press.
Qudamah, Ibn. t.t. al-Mugni. Beirut: Dar al-Fikr.
Rida, Muhammad Rashid. 1973. Tafsir al-Manar. Kairo: t.p. Rusyd, Ibn. 1990. Bidayah al-Mujtahid. Semarang: Asy-Syifa’,
Sabiq, Sayyid. 1990. Fiqh al-Sunnah. ttp.: Dar al-Fath li I'lami al-Arabi.
Saebani, Beni Ahmad. 2010. Fiqh Munakahat 2. Bandung: CV Pustaka Setia.
Setiawan, M. Nur Kholis. 1985. Pribumisasi Al-Qur’an Tafsir Berwawasan Keindonesiaan. Y. Muhammad al-Qurtubi, al-Jami‟ li Ahkam al-Quran. Beirut: Dar-al-Ihya li Tirkah al- Arabi,
Shihab, M. Quraish. 2001. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.
Shihab, M. Quraish. 2004. Tafsir al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati. Shihab, M. Quraish. 2005. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian
Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
Sodik, Mochmad (ed.). 2004. Telaah Ulang Wacana Seksualitas. Yogyakarta: PSW IAIN Sunan Kalijaga, Depag. R.I dan Mc- Gill-IISEP-CIDA.
Syarifuddin, Amir. 2011. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana.
Asri MAwaddah, I., Taufik, & Holid, M. (2019). DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PSIKOLOGI ANAK DI DESA SULEK TLOGOSARI BONDOWOSO. ASA, 1(1), 12–28. Diambil dari https://ejournal.stisabuzairi.ac.id/index.php/asa/article/view/2.
Dahlan, A., & Mulyadi. (2021). Kafaah Dalam Pernikahan Menurut Ulama Fiqh. ASA, 3(2), 28–40. Diambil dari https://ejournal.stisabuzairi.ac.id/index.php/asa/article/view/29
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Taufik, Ubaidillah al-Jazili, Fini Krisanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



