PANDANGAN ASGHAR ALI ENGINEER TERHADAP PEMBERIAN NAFKAH BAGI MANTAN ISTERI

Penulis

  • Erfan Habibi Sekolah Tinggi Agama Islam Sayid Mohammad Alawi Al Maliki Bondowoso
  • Muhammad Holid Sekolah Tinggi ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

DOI:

https://doi.org/10.58293/asa.v5i1.67

Kata Kunci:

Pemberiah nafkah, mantan istri

Abstrak

Ketika terjadi percerain antara suami dan isteri maka menimbulkan  kewajiban-kewajiban yang harus ditaati oleh seorang suami dan isteri, dan kewajiban tersebut diantaranya bagi seorang mantan suami wajib memberikan suatu pemberian yang harus diberikan kepada mantan isteri tersebut yang telah diceraikannya, pemberian tersebut sesuai dengan kondisi ekonomi mantan suami tersebut (sesuai dengan kemampuannya), pemberikan nafkah itu sebagai penghibur selama masa ‘iddah, dalam Hukum Islam pemberian nafkah hanya selama masa ‘iddah, hal ini berbeda dengan pendapat Asghar, menurut dia pemberian nafkah bagi mantan isteri yang telah diceraikan, tidak hanya selama masa ‘iddah saja, akan tetapi sampai menikah lagi atau mati

Untuk menjawab permasalahan tersebut penyusun menggunakan teori yang berlandaskan pada al-Qur’an, hadis, untuk melihat ayat-ayat yang berkaitan dengan pemberian nafkah bagi mantan isteri, kemudian menggunakan maslahah dan kesetaraan gender, untuk melihat manfaat dan demi kemaslahatan dari pemberian nafkah bagi mantan isteri tersebut.

Kriteria-kriteria bagi wanita yang berhak mendapatkan nafkah berkelanjutan dari mantan suaminya adalah bagi wanita yang tidak mampu untuk memelihara dirinya sendiri (miskin), dikarenakan sangat tua usianya, sudah tidak mempunyai keluarga atau sanak famili, karena jauh dari rasa keadilan jika seorang wanita yang telah diceraikan kembali kepada orang tuanya atau kepada kerabatnya. Asghar beranggapan bahwa ada dua kata kunci dalam surat al-Baqarah (2): 241, yang berkenaan dengan pemberian nafkah bagi mantan isteri: Mata'ah dan Ma'ru>f, al-Quran mengatakan bahwa mereka tidak hanya harus dilepaskan dengan cara yang baik (Ma'ru>f) akan tetapi perbekalan (Mata'ah) juga disediakan dengan cara yang baik pula, Pemikiran Asghar Ali Engineer tersebut memiliki relevansi dengan Undang-undang No.I tahun 1974 pasal 41c Hal ini tentunya juga berimplikasi terhadap KHI yang hanya memberikan nafkah bagi mantan isteri hanya sampai masa ‘iddah, dan pemberian nafkah bagi mantan isteri yang telah diceraikan dapat diberikan akan tetapi dengan melihat kriteria-kriteria tersebut dan juga melihat, apakah perceraian itu sesuai dengan syara’?, bagaimana status ekonomi mantan isteri dan juga mantan suami?, dan juga apakah ada tanggungan anak padanya?.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Baidan, Nashruddin, Tafsir bi Ra'yi : Upaya Penggaliaan Konsep Wanita dalam Al-qur'an, Cet. 1 Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999

Ilyas, Yunhar, Feminisme dalam Kajian Tafsir Al-qur’an Klasik dan Kontemporer, Cet. 1, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997

al-maraghi, Ahmad Mustafa, Tafsir al-Maraghi, 30 juz Cet.3 Mesir :Mustafa al-Babi al-Halabi Wa Auladuhu, 1953

as-Sabuni, ‘Ali, Rawa’i al-bayan Tafsir al-Ahkam min al-Qur’an, 2 juz Makkah: tnp,tt.

------------------, Tafsir ayat-ayat Hukum dalam al-Qur’an, diterj. Saleh Mahfoed, 2 jilid Cet.1 Bandung: al-Ma’arif, 1994

Shaleh, M. Dahlan, Asbaun Nuzul, Bandung: CV. Diponegoro, 1990

Tim Tashihi Departemen Agama, Al-Quran dan tafsirnya,10 jilid, Yogyakarta: PT. Dana Bakti Wakaf, 1990

Wadud, Amina, Quran Menurut Perempuan: Meluruskan Bias Gender dalam Tradisi Tafsir, alih bahasa Abdullah Ali, Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2001

Abi Ishaq Ibrahim, Asy-Syaikh al- Imam az-Zahid al-Muwafiq, al-Muhazzab, Surabaya: Ahmad Bin Said Bin Nabhah, t.t.

Dawud, Abu, Sunan Abi Dawud , 2 jilid Beirut: Dar al Fikr,t.t.

al-Muhdlor, Yunus Ali, Sunan an-Nasa’i, 4 jilid , Semarang: CV. Asy Syifa, 1993

an-Nawawy, Abi al-Husain, Sahih Muslim bi Syarkh al- Imam an-Nawawy, Beirut: Dar al-Fikr, 1983

Azhar, Muhammad, Fiqh Kontemporer dalam Pandangan Aliran Neomodernisme Islam, Cet. 1 Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996

Basyir, Ahmad Azhar, Hukum Perkawinan Islam, Yogyakarta: UII Press, 2000

Haroen, Nasrun, Ushul Fiqh, Cet. 2, Jakarta: Logos Wacana Ilmu,1997

Idhamy, Dahlan, Asas-asas Fiqh munakahat Hukum Keluarga Islam, Surabaya: al-Ikhlas,t..

al-Jauziyyah, Ibn Qayyim, I’lam al-Muwāqi’in, 4 juz Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1991

al-Jurjawi, Ali Ahmad, Hikmah al-tasyri’ wa falsafatuhu, diterj. Hadi mulyo, Shobahussurur.Cet. 1, Semarang: asy-Syifa’, 1992

al Kau Haji, Syeikh 'Abdullah ibn Hasan al-Husai, Zadu Al mukhtaj bi Syarhi alminhaj, Beirut : al Maktabah al 'Isriyah, t.t.

Kisyik, Abdul Hamid, Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah, diterj. Ida Mursida Bandung: al-Bayan, 1995

Mahfudh, Sahal, Nuansa Fiqh Sosial, Cet. 1, Yogyakarta: Lkis, 1994

Akh. Minhaji, “Reorientasi Kajian Ushul Fiqh”, dalam al-Jami’ah journal of Islamic Studies, No 63, Vol. VI 1999

Mughniyyah, Muhammad Jawad, al-Akhwal asy-Syakhsyiyyah ‘ala Mazahib al-Khamsah, Cet.1 Beirut: Dar ‘Ilmi,t.t

Muhdlor, A. Zuhdi, Memahami Hukum Perkawinan, cet. 1, Bandung: Al-bayan, , 1994

Mukhtar, Kamal, Asas-Asas Hukum Islam, tentang perkawinan, Cet. 3, Jakarta: Bulan Bintang, 1993

Muthahhari, Murtadha, Hak-hak Wanita dalam Islam diterj. M. Hashem. Cet.6, Jakarta: Lentera, 2001

Rahman, Asmuni A., Qa’idah-Qa’idah Fiqh, Jakarta: Bulan Bintang, 1976

Rahman I, Abdur. Shari’ah The Islamic Law, alih bahasa, Basri Iba Asghary dan Wadi Masturi, Cet.1, Jakarata: Rineka Cipta, 1992

Ramulyo, Modh. Idris, Hukum Perkawinann Islam, Cet,1, Jakarta: Bumi Aksara, 1996

Rusyd, Ibnu, Bidayatu al-Mujtahid wa nihayah al-Muqtasid, II jilid, Surabaya: Toko Kitab al-Hidayah, t,t.,

Rosyada, Dede, Hukum Islam dan Pranata sosial, Cet.1, Jakarta: Rajawali Pers, 1993

Rofiq, Ahamd, Hukum Islam di Indonesia, Cet. 4, Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada, 2000

Sabik, As-Sayid, Fiqh as-Sunnah, Cet. 2, II jilid, Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1973,

ash-Shiddieqy, M. Hasbi, Syari’at Islam Menjawab Tantangan Zaman, Jakarta: Bulan Bintang,1986

-----------------------------, Hukum-hukum Fiqh Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1952

Al-Qardawy, Yusuf, Keluasan dan Keluwesan Hukum Islam, alih bahasa H.S. Husi al-Munawwar, Semarang: CV.Toha Putra,1985

az-Zuhaili, Wahbah, ”Pembaharuan Ijtihad” dalam Mun’in A. Sirri, Sejarah Figh Islam, Surabaya: Risalah Gusti,1996

Diterbitkan

02-02-2023

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

PANDANGAN ASGHAR ALI ENGINEER TERHADAP PEMBERIAN NAFKAH BAGI MANTAN ISTERI. (2023). ASA, 5(1), 49-71. https://doi.org/10.58293/asa.v5i1.67

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>