PANDANGAN ASGHAR ALI ENGINEER TERHADAP PEMBERIAN NAFKAH BAGI MANTAN ISTERI
DOI:
https://doi.org/10.58293/asa.v5i1.67Kata Kunci:
Pemberiah nafkah, mantan istriAbstrak
Ketika terjadi percerain antara suami dan isteri maka menimbulkan kewajiban-kewajiban yang harus ditaati oleh seorang suami dan isteri, dan kewajiban tersebut diantaranya bagi seorang mantan suami wajib memberikan suatu pemberian yang harus diberikan kepada mantan isteri tersebut yang telah diceraikannya, pemberian tersebut sesuai dengan kondisi ekonomi mantan suami tersebut (sesuai dengan kemampuannya), pemberikan nafkah itu sebagai penghibur selama masa ‘iddah, dalam Hukum Islam pemberian nafkah hanya selama masa ‘iddah, hal ini berbeda dengan pendapat Asghar, menurut dia pemberian nafkah bagi mantan isteri yang telah diceraikan, tidak hanya selama masa ‘iddah saja, akan tetapi sampai menikah lagi atau mati
Untuk menjawab permasalahan tersebut penyusun menggunakan teori yang berlandaskan pada al-Qur’an, hadis, untuk melihat ayat-ayat yang berkaitan dengan pemberian nafkah bagi mantan isteri, kemudian menggunakan maslahah dan kesetaraan gender, untuk melihat manfaat dan demi kemaslahatan dari pemberian nafkah bagi mantan isteri tersebut.
Kriteria-kriteria bagi wanita yang berhak mendapatkan nafkah berkelanjutan dari mantan suaminya adalah bagi wanita yang tidak mampu untuk memelihara dirinya sendiri (miskin), dikarenakan sangat tua usianya, sudah tidak mempunyai keluarga atau sanak famili, karena jauh dari rasa keadilan jika seorang wanita yang telah diceraikan kembali kepada orang tuanya atau kepada kerabatnya. Asghar beranggapan bahwa ada dua kata kunci dalam surat al-Baqarah (2): 241, yang berkenaan dengan pemberian nafkah bagi mantan isteri: Mata'ah dan Ma'ru>f, al-Quran mengatakan bahwa mereka tidak hanya harus dilepaskan dengan cara yang baik (Ma'ru>f) akan tetapi perbekalan (Mata'ah) juga disediakan dengan cara yang baik pula, Pemikiran Asghar Ali Engineer tersebut memiliki relevansi dengan Undang-undang No.I tahun 1974 pasal 41c Hal ini tentunya juga berimplikasi terhadap KHI yang hanya memberikan nafkah bagi mantan isteri hanya sampai masa ‘iddah, dan pemberian nafkah bagi mantan isteri yang telah diceraikan dapat diberikan akan tetapi dengan melihat kriteria-kriteria tersebut dan juga melihat, apakah perceraian itu sesuai dengan syara’?, bagaimana status ekonomi mantan isteri dan juga mantan suami?, dan juga apakah ada tanggungan anak padanya?.
Unduhan
Referensi
Baidan, Nashruddin, Tafsir bi Ra'yi : Upaya Penggaliaan Konsep Wanita dalam Al-qur'an, Cet. 1 Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999
Ilyas, Yunhar, Feminisme dalam Kajian Tafsir Al-qur’an Klasik dan Kontemporer, Cet. 1, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997
al-maraghi, Ahmad Mustafa, Tafsir al-Maraghi, 30 juz Cet.3 Mesir :Mustafa al-Babi al-Halabi Wa Auladuhu, 1953
as-Sabuni, ‘Ali, Rawa’i al-bayan Tafsir al-Ahkam min al-Qur’an, 2 juz Makkah: tnp,tt.
------------------, Tafsir ayat-ayat Hukum dalam al-Qur’an, diterj. Saleh Mahfoed, 2 jilid Cet.1 Bandung: al-Ma’arif, 1994
Shaleh, M. Dahlan, Asbaun Nuzul, Bandung: CV. Diponegoro, 1990
Tim Tashihi Departemen Agama, Al-Quran dan tafsirnya,10 jilid, Yogyakarta: PT. Dana Bakti Wakaf, 1990
Wadud, Amina, Quran Menurut Perempuan: Meluruskan Bias Gender dalam Tradisi Tafsir, alih bahasa Abdullah Ali, Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2001
Abi Ishaq Ibrahim, Asy-Syaikh al- Imam az-Zahid al-Muwafiq, al-Muhazzab, Surabaya: Ahmad Bin Said Bin Nabhah, t.t.
Dawud, Abu, Sunan Abi Dawud , 2 jilid Beirut: Dar al Fikr,t.t.
al-Muhdlor, Yunus Ali, Sunan an-Nasa’i, 4 jilid , Semarang: CV. Asy Syifa, 1993
an-Nawawy, Abi al-Husain, Sahih Muslim bi Syarkh al- Imam an-Nawawy, Beirut: Dar al-Fikr, 1983
Azhar, Muhammad, Fiqh Kontemporer dalam Pandangan Aliran Neomodernisme Islam, Cet. 1 Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996
Basyir, Ahmad Azhar, Hukum Perkawinan Islam, Yogyakarta: UII Press, 2000
Haroen, Nasrun, Ushul Fiqh, Cet. 2, Jakarta: Logos Wacana Ilmu,1997
Idhamy, Dahlan, Asas-asas Fiqh munakahat Hukum Keluarga Islam, Surabaya: al-Ikhlas,t..
al-Jauziyyah, Ibn Qayyim, I’lam al-Muwāqi’in, 4 juz Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1991
al-Jurjawi, Ali Ahmad, Hikmah al-tasyri’ wa falsafatuhu, diterj. Hadi mulyo, Shobahussurur.Cet. 1, Semarang: asy-Syifa’, 1992
al Kau Haji, Syeikh 'Abdullah ibn Hasan al-Husai, Zadu Al mukhtaj bi Syarhi alminhaj, Beirut : al Maktabah al 'Isriyah, t.t.
Kisyik, Abdul Hamid, Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah, diterj. Ida Mursida Bandung: al-Bayan, 1995
Mahfudh, Sahal, Nuansa Fiqh Sosial, Cet. 1, Yogyakarta: Lkis, 1994
Akh. Minhaji, “Reorientasi Kajian Ushul Fiqh”, dalam al-Jami’ah journal of Islamic Studies, No 63, Vol. VI 1999
Mughniyyah, Muhammad Jawad, al-Akhwal asy-Syakhsyiyyah ‘ala Mazahib al-Khamsah, Cet.1 Beirut: Dar ‘Ilmi,t.t
Muhdlor, A. Zuhdi, Memahami Hukum Perkawinan, cet. 1, Bandung: Al-bayan, , 1994
Mukhtar, Kamal, Asas-Asas Hukum Islam, tentang perkawinan, Cet. 3, Jakarta: Bulan Bintang, 1993
Muthahhari, Murtadha, Hak-hak Wanita dalam Islam diterj. M. Hashem. Cet.6, Jakarta: Lentera, 2001
Rahman, Asmuni A., Qa’idah-Qa’idah Fiqh, Jakarta: Bulan Bintang, 1976
Rahman I, Abdur. Shari’ah The Islamic Law, alih bahasa, Basri Iba Asghary dan Wadi Masturi, Cet.1, Jakarata: Rineka Cipta, 1992
Ramulyo, Modh. Idris, Hukum Perkawinann Islam, Cet,1, Jakarta: Bumi Aksara, 1996
Rusyd, Ibnu, Bidayatu al-Mujtahid wa nihayah al-Muqtasid, II jilid, Surabaya: Toko Kitab al-Hidayah, t,t.,
Rosyada, Dede, Hukum Islam dan Pranata sosial, Cet.1, Jakarta: Rajawali Pers, 1993
Rofiq, Ahamd, Hukum Islam di Indonesia, Cet. 4, Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada, 2000
Sabik, As-Sayid, Fiqh as-Sunnah, Cet. 2, II jilid, Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1973,
ash-Shiddieqy, M. Hasbi, Syari’at Islam Menjawab Tantangan Zaman, Jakarta: Bulan Bintang,1986
-----------------------------, Hukum-hukum Fiqh Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1952
Al-Qardawy, Yusuf, Keluasan dan Keluwesan Hukum Islam, alih bahasa H.S. Husi al-Munawwar, Semarang: CV.Toha Putra,1985
az-Zuhaili, Wahbah, ”Pembaharuan Ijtihad” dalam Mun’in A. Sirri, Sejarah Figh Islam, Surabaya: Risalah Gusti,1996
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Erfan Habibi, Muhammad Holid

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



