PERNIKAHAN MELANGGAR MASA IDDAH DI TINJAU DARI PERSEPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIf
DOI:
https://doi.org/10.58293/asa.v5i2.73Kata Kunci:
Pernikahan, Iddah, Hukum Islam, Hukum PositifAbstrak
Pernikahan merupakan sunah nabi yang jika pun gak dianjurkan manusia pada fitrahnya akan melakukan sendiri yang namanya pernikahan. Akan tetapi perlu diingat bahwa setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan begitu juga dengan pernikahan. Sehingga apabila sudah terjadi percerayan maka seorang wanita melaksanakan waktu iddah namun abanyak kejadian yang tidak melakukannya aturan itu sehingga perlu dibahas oleh peneliti. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field reseach) dengan menggunakan metode kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah seorang yang sudah bercerai dengan suaminya dan melaksanakan masa iddah maka ada aturan-aturan yang harus dihindari oleh wanita tersebut diantaranya tidak boleh nikah lagi, menggunakan wangi-wangian, dan menggunakan pakaian yang bisa menimbulkan fitnah
Unduhan
Referensi
Abdul Aziz, Muhammad. Hawwas, Abdul Wahab. Al-Usrat Wa Ahkamuha Fi Al-Tasri’ Al-Islami, Abdul Majid Khon (Penerjemah), Fiqh Munakahat
Abdurrahman. Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Cv Akademik pressindo, 2010.
Agama RI, Departemen. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: CV. Penerbit Diponegoro: 2007.
Al Quran.kemenag.go.id.
Ali As-Shabuni, Muhammad. Rawa’iul Bayan. Beirut: Darul Qalam, 1990.
Al-Jaziri, Abdurrahman. Al-fiqih Ala Mazahib Al-Arba’ah. Beirut: Daar Al Fikri, 1996.
Bahreisy, Salim. Said, Bahreisy. Terjemah Singkat Tafsir Ilmu Katsier. Surabaya: PT Bina Ilmu, 2006.
Boedi, Abdullah. Beni, Ahmad Saebani. perkawinan
Dep, Dikbut. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai pustaka, 2000.
Dr. Hj. Iffah, Muzammil. Fiqih Munakahat, Hukum Pernikahan dalam islam. Tsmart Printing, Mei 2019.
Hayati. Wawancara. Bondowoso, 24 November 2022.
https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_positif tanggal 17/11/2022(8:47)
J.R, Raco. Metode Penelitian Kualitatif, Jenis, Karakteristik, Dan Keunggulannya. Jakarta : Grasindo, 2010.
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.17 No.2 Tahun 2017
Kasiran, Mohammad. Metode Penelitian Kualilatif Kuantitatif . Yogyakarta: UIN-Maliki Press, 2008.
Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 40 ayat b
Koni’ah, Nuril. Wawancara. Bondowoso, 24 November 2022.
Mardani, Hukum Perkawinan Islam DiDunia Islam Modern, Yogyakarta: Graha, t.th.
Muhyiddin Muhammad Abdul Hamid. Al-Ahwal Ash-syakhsiyah Fi Shariati al-islamiyah. Beirut: Al-maktabah al-Alamiyah, 2003.
Rahman, Abdur. Wawancara. Bondowoso, 24 November 2022.
Syaikh Zainuddin, bin Abdul Aziz Al Malibariy. Fathul Mu’in. jilid 2, PUSTAKA AGUNG HARAPAN Surabaya.
Soemiyati. Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta, 1989.
Subagyo, P. Joko. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2011.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat Dan Undang-Undang Perkawinan.
Tihami. Sohari, Sahrani. Fikih Munakahat Kajian Fikih Nikah Lengkap. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
Ubaidillah, U. (2021). Ijtihad Imam Asy-Syafi'i (Analisis Kritis terhadap Qaul Qadim dan Qaul Jadid). MOMENTUM: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 10(1 May), 1-28.
Ubaidillah, U. (2023). Hilah dalam Jual Beli pada Sistem Al-Ijarah Al-Muntahiya Bit Tamlik Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus BMT UGT Nusantara Capem Pujer). MOMENTUM: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 12(1), 17-42.
Ubaidillah, U. (2023). THE PAMUGIH TRADITION IN MADURESE MARRIAGE CULTURE AND ITS IMPLICATIONS FOR THE SAKINAH FAMILY. At-Turost: Journal of Islamic Studies, 13-32.
Uwaidah, Kamil. Al-Jami fi Fiqhi al-Nisa’; Fiqih Wanita. Terj. M. Abdul Ghofar. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1998.
Zuhaili, Wahbah. Ushul Al-Fikih Al-Islam. Damaskus: Dar al-fikr, t.th.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Muhammad Heru Hresnawanza, Taufik, Taufik

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



